Takut Yang Menenteramkan

18
Feb

Takut Yang Menenteramkan

Pdt. Anggung Istianto

“Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut.”

Amsal 14:26-27

 

            Seorang anak 6 tahun berteriak lepas ketika lampu di kamarnya padam. Seketika itu juga orang tua si anak datang. Masih dalam kondisi gelap, si anak telah menjadi tenang. Mengapa si anak tidak takut lagi? Ya, karena sang ayah yang menenteramkan.

 

Dalam takut akan TUHAN ada ketentraman, kata penulis amsal. Ketentraman datang bukan karena berani, melainkan takut akan TUHAN. Ketika takut akan TUHAN itu menguasai hidup manusia, maka ia kan menjadi berani menghadapi segala situasi. Sebab takut akan TUHAN menjadi dasar bagi TUHAN menyatakan perlindungan-Nya. Kerap kali kita juga dirundung rasa takut. Takut karena adanya situasi yang tidak bisa diprediksi atau diramalkan.

 

Ketika ada ketakutan menghadang, hampiri Tuhan dengan perasaan takut. Takut artinya menghormati Tuhan. Hormat kepada Tuhan artinya, kita taat kepada segala perintah dan ketetapan Tuhan. Takut seperti inilah yang menenteramkan kita.

 

Ketika takut akan Tuhan memenuhi kita, maka ketenteraman menaungi kita

Leave a Comment

Close Bitnami banner
Bitnami