YESUS UNTUK SEMUA

14
Jul

“YESUS UNTUK SEMUA”

Kisah Para Rasul 10:34-35
34) Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: “Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
35) Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.

Tidak banyak yang tahu jika Olvah Alhamid, finalis Puteri Indonesia, model dan motivational speaker yang berasal dari Timika, Papua Barat ini, berkali-kali menerima perlakuan diskriminasi, bullying dan berbagai bentuk rasisme oleh karena ciri-ciri fisik yang dimilikinya.

Dari Papua, Ia pindah ke Surabaya, untuk menempuh pendidikan di salah satu SMA terbaik di Indonesia. Menjadi siswi satu-satunya asal Papua di SMA itu, membuatnya diolok-olok oleh siswa lainnya karena penampilan fisik dan warna kulitnya. Bahkan setelah dewasa, perilaku rasis masih saja menimpanya. Salah satu kejadian terjadi di sebuah mal mewah di Jakarta. Saat itu seorang anak berumur 9 tahun mengacu pada Olvah dan berkata kepada ibunya bahwa dia melihat “seekor monyet”. Sang ibu hanya ketawa kecil tanpa menyalahkan anaknya maupun memberi teguran.

Sungguh, dengan mudahnya kita dapat menjumpai perilaku diskriminatif akibat rasis di sekitar kita. Entah kita yang menerima perlakuan tersebut ataukah justru kita yang berlaku rasis kepada orang yang berbeda dari kita.

Hal serupa juga pernah dialami oleh Petrus. Sebagai seorang Yahudi totok, Petrus sangat menjunjung tinggi ke-Yahudiannya. Ia sangat menjaga statusnya sebagai orang Yahudi yang taat pada hukum taurat yang melarang mereka untuk berelasi dengan orang-orang non-Yahudi.
Cara pandang, sikap hati dan perilaku demikian tentu saja sangat bertentangan dengan pribadi Yesus dan ajaran-Nya. Allah tidak tinggal diam melihat hal ini, Ia turun tangan membereskan hati Petrus. Di suatu siang ketika Petrus sedang berdoa, tampaklah olehnya sebuah penglihatan tentang binatang yang haram yang turun di hadapannya. Belum hilang kagetnya, Petrus kemudian mendengar Allah menyuruhnya hingga 3x untuk memakan binatang-binatang haram tersebut.

Berdasar pada penglihatan ini dan tuntunan Ilahi, Petrus akhirnya menyadari ia sedang dituntun Allah untuk menemui seorang non-Yahudi guna membagikan berita Injil Yesus Kristus kepadanya. Allah sedang menunjukkan kepadanya bahwa tidak ada lagi orang Yahudi atau orang non-Yahudi, semua bangsa adalah sama dan setara di mata-Nya dan Injil keselamatan perlu diberitakan hingga ke ujung bumi kepada semua suku bangsa. Puji Tuhan, Petrus meresponi panggilan Allah dengan penuh ketaatan. Petrus bersedia berelasi dengan seorang Perwira Romawi bernama Kornelius. Ia memberitakan injil Yesus Kristus kepada Kornelius. Keselamatan pun turun atas Kornelius dan orang-orang yang turut mendengarnya.

Kebenaran ini mengingatkan kita sekali lagi bahwa Yesus Kristus bukan hanya datang untuk menyelamatkan orang Yahudi, tetapi semua orang yang terpilih dan terpanggil di dalam anugrah-Nya. Hal ini menegaskan kepada kita jika Allah mengasihi semua bangsa ciptaan-Nya. Maka dari itu, siapapun kita, bagaimanapun perbedaan yang kita dimiliki satu sama lain tidaklah dapat membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain atau suku yang lain lebih rendah daripada suku kita. Perbedaan yang ada pada setiap suku bangsa tidaklah lantas membuat kita dapat saling menghina, merendahkan apalagi melukai atau mencelakakan.

Kemenangan Kristus atas maut telah menebus segala perbedaan itu. Bahkan lebih lanjut, keselamatan yang telah kita terima dari Allah menuntut kita untuk pergi membagikan kabar keselamatan itu kepada orang lain, ras dan suku yang lain.

Kiranya Allah menolong kita untuk mengasihi semua umat ciptaan-Nya dan menambahkan kerinduan kepada kita untuk membagikan injil kepada orang/suku yang belum mengenal-Nya, amin.