Tak Ada Batas Bagi Kepuasan

12
Jul

“Tak Ada Batas Bagi Kepuasan”

“Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.” Pengkhotbah 1:8

Apakah anda puas dengan pelayanan kami, tanya seorang manager hotel kepada seorang pengunjung. Puas pak! Hanya ada beberapa masukkan yang saya ingin sampaikan. Ada itu tanya manager hotel? Ini pak, kamar mandinya kurang bersih. Karpet lantai sudah berbau. Beberapa hari saya nginap disini, breakfast kurang variasinya, dan satu lagi, resepsionisnya tidak murah senyum, he he he. Jawaban “PUAS PAK” pengunjung hotel atas pertanyaan manager hotel rasanya hanya basa-basi. Puas yang mana? Ada empat komplen tidak langsung yang diutarakan si pengunjung. Sebenarnya, semakin banyak yang dilihat, didengar dan dimiliki akan semakin banyak memunculkan ketiakpuasan. Contohnya, munculnya, model-model HP, mobil, café, resto dll sebenarnya ingin menjawab ketidakpuasan manusia.

Ini adalah gambaran, bahwa kepuasan manusia tak terbatas. Tak terbatas sejauh manusia masih berkeinginan. Seperti ucapan pengkhotbah, bahwa apa yang ada sekarang ini cepat menjemukan manusia, dan untuk itu manusia terus berupaya supaya bisa puas. Namun, sungguhkah keinginan manusia bisa terpuaskan. Mustahil bukan?

Hari ini, apakah Anda juga sedang berupaya supaya bisa puas? Sah-sah saja, kalau hari ini Anda berjuang untuk memuaskan rasa puas itu. Tetapi, jalan seperti apakah yang Anda tempuh? Itu yang perlu dipikirkan. Jangan menempuh jalan serong hanya untuk memenuhi kepuasan kita. Apabila mendengar nasehat firman Tuhan dari Pengkhobah1:8, bahwa indra kita sudah rusak oleh dosa, mengakibatkan batas kepuasan manusia tak ada batasnya, maka sia-sialah upaya memuaskan diri. Bagaimanakah agar kita merasa puas? Pertama, Hidup – dosa-dosa – kita harus dipulihkan oleh Kristus. Kedua, biarkan Kristus yang menjadi sumber segala sesuatu (Kol. 1:16). Ketiga, jangan biarkan ketamakan menguasai hati kita (Luk. 12:15) Keempat, belajar berpuas dengan apa yang kita punya hari ini (1 Tim. 6:7-8; Ibr. 13:5)

“Bangunlah perasaan cukup dalam Kristus, maka itu akan cukup memuaskan perasaan tak cukup Anda.”