IMANI DAN AMINI JANJI-JANJI TUHAN

20
Jan

“IMANI DAN AMINI JANJI-JANJI TUHAN”

Saya teringat kisah seorang oma yang menunggu tim kunjungan natal ke rumahnya. Tim sudah menyampaikan bahwa jam 11.00 akan tiba di rumah oma. Oma dari jam 09.00 sudah menunggu di ruang tamu dengan pakaian yang rapi. Namun sudah lewat jam 13.00, tim kunjungan natal tidak datang-datang. Oma sedih dan minta anaknya telepon pendetanya. Setelah mendapat telepon dari anak si oma, pendeta segera menyampaikan ke tim yang ditugaskan berkunjung ke rumah oma. Awas, kalau sudah janji dengan opa-oma, jangan coba-coba tidak ditepati.

Saudara mungkin pernah menjumpai orang suka berjanji, tetapi tidak suka dijanji. Dan akan marah kalau janji tidak ditepati. Sementara, kalau ia tidak menepati janjinya, ia minta dimaklumi. Demikianlah sifat sebagian manusia. Tidak demikian dengan Tuhan, Tuhan berjanji dan pasti ditepati-Nya. Hal ini dikarenakan Tuhan itu kudus. Karena Tuhan kudus, maka Tuhan tidak ada sifat pertentangan dalam diri-Nya. Ia berjanji, pasti Ia tepati. Perhatikan ayat Alkitab ini, Bilangan 6:24-26 “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau. TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”

Perhatikan janji-janji Tuhan: bahwa Ia akan melindungi, Ia akan menyinari, Ia akan memberi kasih karunia dan damai sejahtera kepada umat Israel. Kalau kita perhatikan seluruh kisah perjalanan umat Israel, janji-janji ini satu persatu digenapi Tuhan. Dengan berpegang pada kesetiaan Tuhan, mari kita menjalani tahun 2023 ini dengan berpegang pada janji-janji Tuhan, Imani dan Amini bahwa janji-janji Tuhan pasti digenapi.

“IMANI dan AMINI janji-janji Tuhan, maka sepanjang tahun 2023 hidup kita AMAN”