MENYENANGKAN ALLAH

19
Jan

MENYENANGKAN ALLAH
“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah” (Ibr. 11:6).

“Berkenan” kepada Allah artinya: Menyenangkan Allah.

Bagaimana kita dapat menyenangkan Allah? Dari ayat ini kita dapat tahu bahwa: Menyenangkan Allah itu dimulai dengan IMAN-Mempercayai Allah. Tanpa iman kepada Allah, tidak mungkin kita berkenan pada Allah. Orang yang berkenan kepada Allah adalah seorang yang mencari Allah dan bersandar kepada kasih karunia-Nya.

Mengapa kita harus Percaya kepada Allah? Karena Allah melalui Yesus Kristus telah datang kedalam dunia ini, untuk menyelamatkan manusia berdosa. “di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah para Rasul 4:12). Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat yang menyelamatkan dan memelihara hidup kita. Dia menghendaki Iman kita kepada-Nya. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Lukas 18:8).

Lawan dari Iman adalah Tidak Beriman atau Tidak percaya, hidup dalam keraguan atau kekhawatiran.

Bagaimana kita menjalani hidup kita hari ini? Apakah sudah berkenan kepada Allah?. Semua itu dibuktikan dengan IMAN kita. Yaitu: Percaya kepada Yesus Kristus satu-satunya Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, Mempercayakan masa depan kita, hari esok kita, kepada Allah, serta tetap mempercayai kesanggupan Allah dalam situasi apapun. “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” (Lukas 1:37).

Mari kita menjalani sepanjang tahun 2022 dengan Percaya pada Yesus Kristus dan Mempercayakan seluruh hidup dan hari esok kita kepada-Nya, itulah yang menyenangkan hati Allah.
“Sudahkah engkau Ber-Iman kepada Allah?”