Sombong

10
Sep

Sombong

Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Olehkarena ia tumbuh tinggi dan puncaknya menjulang sampai ke langit dan ia menjadi sombong karena ketinggiannya, maka Aku telah menyerahkan dia kedalam tangan seorang berkuasa diantara bangsa-bangsa, supaya ia memperlakukannya selaras dengan kejahatannya; Aku menghalau dia. (Yeh. 31:10-11).

Pernah bertemu orang sombong?. Orang Sombong itu adalah orang yang punya, lalu merasa puas, kemudian layak membanggakan dan bersandar dengan itu. Jadi, yang dia miliki, itu yang dia banggakan. Itulah orang sombong. Tidak ada orang yang tidak punya, berkata punya. Ini namanya menipu.

Tuhan menghukum Mesir karena kesombongannya. Firaun raja Mesir digambarkan seperti pohon aras yang megah dan anggun, tiada bandingnya, kuat dan subur. Orang berlindung kepadanya. Mesir menjadi lebih besar dari pohon-pohon yang ada di taman Allah. Namun Mesir menjadi sombong. Merasa diri lebih tinggi dari Allah. Allah murka dan menghukum mereka. Mereka tidak mengindahkan Tuhan sang pencipta, mereka menjadi elok seperti itu semata-mata karena Tuhan.

Hari ini Firman Tuhan mengingatkan kita kembali bahwa: Dalam hidup ini, tidak ada yang perlu kita sombongkan. Kita ada hari ini, dan jika kita masih memiliki segalanya sampai hari ini, Itu semua karena Tuhan, dan kalau kita dipakai Tuhan, kita ini hanya alat-Nya, kita pakai untuk memuliakan nama-Nya. Rasul Paulus berkata: Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! (Roma 11:36).

Yesus Kristus teladan kita yang sempurna. Yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan. Melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. (Filipi 2:6-8).

Allah Pencipta yang memiliki segalanya, yang berkuasa atas manusia dan semua ciptaan-Nya saja telah merendahkan diri-Nya sampai mati diatas kayu salib. Lalu siapakah kita yang adalah ciptaan-Nya, orang-orang yang telah diselamatkan-Nya, mau menyombongkan diri kita?. Layakkah kita untuk sombong?.

“Kekayaan, kepandaian, kedudukan, kebijaksanaan yang kita miliki, mari kita pakai sesuai kebenaran Tuhan, dengan bersandar kepada Tuhan dan untuk Kemuliaan nama Tuhan. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil. (Yoh. 3:30).”

Close Bitnami banner
Bitnami