Panggilan Beribadah

23
Jun

“Panggilan Beribadah”

Ev. Ng Ellen Maleaki

Mazmur 100:1-5
1) Mazmur untuk korban syukur. Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
2) Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
3) Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
4) Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!
5) Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Mazmur 100 adalah Mazmur yang cukup dikenal oleh setiap kita. Mazmur indah yang mengajak kita untuk beribadah dan memuji-muji Allah.
Di dalam syairnya ini, Pemazmur membagi Mazmur 100 menjadi dua bagian dimana setiap bagian memiliki pola yang sama, yaitu masing-masing terdiri dari tiga ajakan dan tiga alasan untuk beribadah kepada Allah.

Mazmur 100:1-3 yang merupakan bagian pertama mengajak kita untuk bersorak-sorak bagi Tuhan (ay. 1) dan beribadah kepada Tuhan dengan sukacita (ay. 2a), serta menghadap Tuhan dengan hati yang bersorak (ay. 2b).
Ajakan untuk beribadah kepada Tuhan dengan hati yang diliputi sukacita dan penuh sorak ini diperkuat oleh tiga alasan (ay.3). Pertama, karena Dia yang adalah Tuhan, telah menciptakan dan menjadikan kita, manusia. Kedua, kita adalah milik kepunyaan Allah. Dan ketiga, kita telah ditebus menjadi umat Allah yang akan digembalakan oleh Allah sendiri.
Kemudian, Mazmur 100:4-5 yang adalah bagian kedua kembali mengajak kita untuk beribadah kepada Allah. Pemazmur mengajak kita untuk (1) Memasuki ibadah dengan nyanyian syukur, (2) menikmati Dia melalui puji-pujian, serta (3) tanpa henti bersyukur dan memuji-muji nama-Nya.

Ajakan yang kedua ini juga kembali diperkuat melalui tiga alasan. Pemazmur mengajak kita untuk senantiasa beribadah kepada Tuhan dengan hati yang limpah akan syukur dan pujian oleh karena: (1) Tuhan itu baik dan selalu baik kepada kita, (2) kita dapat menikmati kasih setia-Nya sampai selama-lamanya, (3) serta kita akan aman dalam kesetiaan Tuhan yang tetap hingga turun temurun.

Kiranya melalui ajakan dan pesan mendalam nan indah dari Mazmur 100 ini, kita kembali disadarkan akan siapa kita, siapa Allah dan bagaimana perbuatan-Nya terhadap kita, ciptaan-Nya. Tentunya dengan kesadaran ini, kita akan semakin rindu untuk menikmati Allah. Dengan penuh hormat, syukur dan sukacita kita menghampiri Allah di dalam ibadah kita, baik secara komunal maupun secara pribadi.

Selamat beribadah kepada Tuhan, Allahmu.
Biarlah hatimu penuh dengan syukur dan sorak-sorai, dan Tuhan akan disenangkan melaluinya. Amin.