Allah yang Tidak Pernah Kalah (1 Samuel 5:1-12)

31
Mar

Allah yang Tidak Pernah Kalah (1 Samuel 5:1-12)

Ev. Daniel Y.P

1 Samuel 5:2-3 – Orang Filistin mengambil tabut Allah itu, dibawanya masuk ke kuil Dagon dan diletakkannya di sisi Dagon. Ketika orang-orang Asdod bangun pagi-pagi pada keesokan harinya, tampaklah Dagon terjatuh dengan mukanya ke tanah di hadapan tabut TUHAN; lalu mereka mengambil Dagon dan mengembalikannya ke tempatnya.

Pada saat bangsa Israel kalah dalam peperangan, maka Bangsa Filistin menganggap bahwa Allah Israel sudah kalah. Secara simbolis hal ini dilakukan dengan menaruh Tabut Perjanjian di dalam kuil ilah Filistin, yaitu Dagon. Mereka menganggap ilah mereka lebih berkuasa dibanding Allah Israel. Tapi Allah menyatakan kuasa-Nya dengan menjatuhkan patung Dagon bahkan hingga mematahkan kepala dan lengan patung tersebut (1 Sam 5:4). Selain itu, Tuhan juga mendatangkan penyakit borok kepada bangsa Filistin sehingga menimbulkan kegemparan di kota mereka.

Peristiwa ini menunjukan kebesaran Allah Israel. Ia adalah Allah yang dahsyat. Ia tidak pernah kalah atau tunduk terhadap siapapun juga. Dalam Kisah Para Rasul 12:22-23 tercatat peristiwa di mana Allah menghukum seorang raja karena sikapnya yang tidak hormat kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Allah berkuasa melebihi segala pemimpin-pemimpin dunia. Ia tidak bisa dipermainkan oleh siapapun juga. Ia adalah Penguasa alam semesta, sumber dari segala yang ada. Oleh sebab itu kita hendaknya memiliki rasa takut akan Tuhan karena Allah yang kita sembah memiliki kuasa yang tiada bandingan-Nya.

Kita mungkin tidak langsung melihat murka Tuhan atas dosa yang kita lakukan. Ini bukan berarti Tuhan tidak tahu tentang kesalahan kita atau tidak sanggup menghukum kita. Akan tetapi karena kasih-Nya begitu besar bagi kita, maka Tuhan bersabar dan senantiasa menanti pertobatan kita. Tuhan sendiri tidak ingin kita mengalami penderitaan akibat dosa-dosa kita. Akan tetapi jika kita tidak pernah berbalik dari dosa kita, maka Tuhan dapat melakukan apa saja untuk menegur atau menghukum kita dan tidak ada yang dapat menghalangi-Nya. Oleh sebab itu marilah kita senantiasa memperhatikan cara hidup kita. Kiranya perbuatan kita senantiasa menyenangkan hati Tuhan dan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.

Leave a Comment