GWAENCHANHA괜찮아 Aku Rapopo

17
Jan

GWAENCHANHA괜찮아
Aku Rapopo
Ev. Ronny Budiman
Filipi 4:13

Bapak Ibu Saudara (BIS), belakangan viral (terkhusus di kalangan anak muda) istilah dalam gwaenchanha (gwaen-chanh-a). Arti dari kata gwaenchanha ini beragam. Namun, kurang lebih, gwaenchanha dapat diterjemahkan sebagai ‘tidak apa-apa’ atau ‘nggak masalah’. Sederhananya, kata gwaenchanha adalah Aku rapopo versi bahasa Korea.

BIS, tanpa sadar, ‘gapapa’ ini bagaikan buah simalakama dalam diri. Di dalam budaya Timur, kita terbiasa enggan untuk menunjukkan sisi kelemahan diri, dan biasanya lebih memilih untuk berkata “Oh, gapapa, kok,” walaupun air mata sambal menetes sedikit di pipi. Bahkan, ketika orang-orang di sekitar menyadari ada sesuatu yang tidak beres, dengan masih tersenyum dan berusaha tegar, kita akan tetap berkata, “Gapapa, kok, gapapa.”

Saudaraku, dunia melarang kita untuk menunjukkan ketidakberdayaan di dalam mengarungi hidup yang semakin panas dan ganas. “Simpan saja tangismu sendiri di kamar!” Tapi, tidak demikian dengan Tuhan Yesus. Justru di momen-momen sukar itulah, Dia ingin kita kembali berpasrah dan berpegang teguh pada janji-janji-Nya.

Iya, di dalam perjalanan hidup kita, Tuhan Yesus tidak pernah berjanji kalau langit akan selalu ‘gwenchana,’ bahkan mungkin akan ada masanya langit nampak mendung dan turun hujan lebat. Akan tetapi, Dia berjanji akan selalu menyertai dalam setiap jatuh bangun kehidupan kita. Seperti yang tertulis di Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Tuhan Sang Sumber Damai akan memberikan kelegaan untuk kita di tengah kehidupan yang carut marut dan kehilangan arah.
Jadi, pertanyaannya sekarang: “Apakah kamu hari ini baik-baik saja?”