JANJI

11
Oct

JANJI

2 Petrus 3:9
“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian.”

Umumnya, kita memberi janji karena cinta. Tetapi tidak jarang kita juga berjanji karena kewajiban atau ingin menghindar. Tidak demikian dengan Allah. Allah memberikan janji karena Dia adalah kasih dan setia. Alasannya tidak terletak pada diri manusia. Allah setia kepada janji-Nya.

Di Alkitab, tak ada satu pun janji Tuhan yang tidak Dia ditepati. Bahkan, setelah ribuan tahun, Tuhan masih ingat pada janji-Nya, dan cara-Nya menepati janji amatlah luar biasa. Percayalah bahwa Tuhan sanggup dan selalu memenuhi janji-Nya, karena menepati janji adalah karakter-Nya.

Namun tidak dapat dipungkiri, kita bisa mengalami keraguan kepada janji Tuhan di saat mengalami kesulitan dan menunggu jawaban Tuhan dalam waktu yang tidak diketahui. Mudah bagi kita untuk percaya pada janji Allah jika harapan kita lekas terkabul atau hidup sedang baik-baik saja. Namun, apa yang harus kita lakukan agar mampu berpegang pada janji Tuhan dalam situasi sulit?

Hidup kita sebagai orang-orang Kristen haruslah hidup yang dipimpin oleh iman bahwa Allah adalah Allah yang penuh kasih setia. Meskipun kita tidak tahu seperti apa masa depan kita, tetaplah berjalan bersama Tuhan! Sekalipun kita bimbang dan khawatir karena hidup terlihat sama saja, tanpa ada perubahan berarti, teruslah melangkah dengan iman. Karena, iman akan membawa kita terus percaya dan punya pengharapan kepada janji-janji Tuhan.

Janji Tuhan yang paling agung dan mulia adalah janji keselamatan yang sudah digenapi dengan kedatangan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Janji keselamatan ini sudah diberikan saat manusia jatuh ke dalam dosa (Kej 3:15). Dan Tuhan persiapkan semua rencana-Nya sampai janji itu digenapi. Pilih Abraham … bangsa Israel … Yesus Kristus. Kapan digenapi? Ribuan tahun kemudian. Lama? Iya, tetapi Tuhan tidak lupa dan tidak lalai. Dia menepati janji-Nya. Janji itu diberikan kepada kita yang percaya kepada Tuhan Yesus (Yoh 3:16).