Rela berkorban???

20
Sep

Rela berkorban???

1 Korintus 9:18
“Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: Aku memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.”

Seringkali kita menuntut apa yang menjadi kehendak kita. Itu semua tidak salah karena kita mempunyai hak di dalam hal tersebut. Namun apa yang kita lakukan ketika kita harus merelakan hak kita? Tentu tidak menyenangkan karena hal tersebut adalah hak kita yang sudah seharusnya kita dapatkan, apalagi hak tersebut merupakan upah dari tindakan yang kita lakukan.

Dalam konteks ayat ini, memperlihatkan bagaimana teguran Paulus kepada jemaat Korintus yang meragukan kerasulan Paulus. Mereka mengenal Paulus dengan segala latar belakang Paulus yang pernah ia lakukan sampai-sampai mereka lupa bahwa mereka menerima kabar baikpun dari Paulus. Isu-isu yang di munculkan oleh jemaat Korintus tentang kerasulannya membuat mereka akhirnya meragukan kerasulan Paulus.

Namun, apa yang dilakukan oleh Paulus adalah tetap melakukan apa yang Tuhan kehendaki di dalam dirinya untuk dilakukan, bahkan Paulus melakukan hal yang tidak terduga yaitu Paulus tidak menerima upah yang harusnya ia dapatkan. Di zaman itu, ada suatu ketetapan yang berlaku ialah bahwa rasul-rasul ketika melayani, mereka mendapatkan makan dan minum dari orang-orang yang mereka layani (ay. 14). Jadi begitulah cara mereka hidup dan terus dapat melayani.

Namun yang Paulus lakukan ialah ia tidak menerima sepeserpun dan bahkan ia harus bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri di dalam pelayanannya. Puncaknya ialah ketika Paulus berkata bahwa “Upahku ialah bahwa Paulus memberitakan Injil tanpa upah.” Paulus menunjukan sikap bahwa Injil yang berotoritas di dalam diri-Nya sehingga ia rela berkorban demi pemberitaan Injil walaupun harus rela berkorban.

Dari teladan Paulus mengajarkan setiap kita untuk melihat Injil sebagai prioritas dalam hidup. Apa yang Paulus lakukan bukan semata-mata mengajarkan bahwa upah tidak penting, namun Paulus ingin menegaskan bahwa bahkan ketika kita harus berkorban untuk hak kita demi Injil, maka sudah seharusnya kita lakukan untuk Injil Kristus. Dan biarlah kekuatan Injil tersebut menyanggupkan kita untuk terus mengabarkan kasih Kristus kepada semua orang.