MAU BERAPA BABI LAGI?

04
Aug

MAU BERAPA BABI LAGI?

Markus 5:20
Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.

“Babi mati semua masuk danau. Aduh… Rugiiii.”
Begitulah respon para penjaga babi ketika melihat 2000 babi mati lemas terjun ke danau, karena roh-roh jahat yang diusir Yesus dari orang yang kerasukan. Ya, iyalah rugi besar. Bisnis bisa tutup. Penduduk menjadi takut dan mengusir Yesus. “Jika untuk memulihkan 1 orang kerasukan harus mengorbankan 2000 babi, mau berapa banyak babi atau ternak lagi yang harus dikorbankan untuk menyembuhkan orang-orang lain?” pikir mereka.

Di mata penduduk sekitar Gerasa, 2000 ekor babi nilainya terlalu mahal untuk menyelamatkan 1 orang kerasukan. Tetapi kasih Kristus tidak bisa diukur dengan sebuah nilai. Bahkan 1 orang pun Dia sangat kasihi, karena Dia adalah kasih. Sebagai orang yang mengalami kasih Allah, apakah kita juga memiliki kasih Kristus kepada orang-orang yang terhilang? Rindu melayani dan membawa generasi kita kepada Kristus?

Orang yang sudah dipulihkan Yesus itu sebenarnya mau mengikut Yesus, tetapi Yesus tidak mengijinkannya. Melainkan dia disuruh pulkam untuk bersaksi dan menceritakan semua pengalamannya bersama Kristus kepada keluarga, teman-temannya, dan masyarakat. Dia menjadi penginjil pertama di daerah Dekapolis, yang lebih luas daripada Gerasa. (Lihat peta!)

Ya, menceritakan pengalaman bagaimana mengalami kasih Kristus. Itulah kekuatan sebuah kesaksian. Kalau belanja online, anda pasti membaca kesaksian (testimony) dari para pembeli yang sudah membeli dan menggunakan produk itu, bukan? Kesaksian mereka sangat menentukan keputusan anda untuk membeli produk itu atau tidak.

Para penjaga babi memberikan kesaksian buruk karena kerugian yang dialami, dan Yesus diusir. Tetapi si mantan kerasukan memberikan kesaksian pemulihan luar biasa yang dia sendiri alami bersama Kristus, dan Injil diberitakan. Kesaksian anda?