Jangan main petak umpat dengan Tuhan

20
Aug

Jangan main petak umpat dengan Tuhan

Masakan aku ini hanya Allah yang dari dekat, demikianlah firman TUHAN, dan bukan Allah dari jauh? Sekiranya ada seseorang menyembunyikan diri dalam tempat persembunyian, masakan Aku tidak melihat dia? Demikianlah friman TUHAN. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? Demikianlah firman TUHAN
(Yeremia 23:23-24))

Permainan “petak umpat” adalah jenis permainan mencari dan bersembunyi yang bisa dilakukan minimal 2 orang di dalam rumah atau di luar rumah. Saya punya pengalaman main petak umpat dengan anak saya waktu ia berusia kisaran 3 tahun. Yang lucu adalah ketika kena giliran ia bersembuyi, ia masuk dalam kamar lalu muka menghadap ke tembok dan berkata: “sudah papi”. Artinya, saya sudah bisa mencarinya. Anak saya beranggapan apabila mukanya tidak terlihat atau ia tidak melihat saya maka itu artinya ia sudah bersembunyi. Dan sayapun berpura-pura tidak melihatnya agar ia merasa senang bahwa saya tidak menemukannya. Tingkah laku yang lucu bukan? Ya itulah namanya tingkah laku anak-anak.

Tingkah laku seperti ini tidak hanya didominasi oleh anak-anak saja. Orang dewasapun bisa melakukan hal yang sama “lucu seperti anak-anak”. Inilah kelakukan nabi dan iman yang melakukan kejatahan termasuk di rumah Tuhan mereka melakukannya seperti tertulis dalam Yer. 23:11: “Sungguh, baik nabi maupun imam berlaku fasik, di rumah-Ku pun juga Aku mendapati kejahatan mereka, demikianlah firman TUHAN.” Mereka bernubuat palsu, seolah-olah nubutan mereka memang berasal dari Tuhah datangnya, padalal semua itu datang dari rekaan hati mereka sendiri (Yer. 23:16). Dan nubutan mereka hanya memberi pengharapan sia-sia, mereka berkata kepada orang-orang yang menista firman TUHAN: Kamu akan selamat! Dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan hatinya mereka berkata: Malapetaka tidak akan menimpa kamu!” (Yer. 23:17). Para nabi berangkapan Tuhan tidak mendengar ketika mereka bernubuat palsu demi nama TUHAN dengan mengatakan: “Aku telah bermimpi, aku telah bermimpi” (Yer.23:25). Para nabi palsu beranggapan Tuhan tidak maha hadir, mahatahu, maha melihat sehingga mereka seenak-enaknya melakukan dosa. Itulah sebabnya Tuhan berkata: Masakan aku ini hanya Allah yang dari dekat, demikianlah firman TUHAN, dan bukan Allah dari jauh? Sekiranya ada seseorang menyembunyikan diri dalam tempat persembunyian, masakan Aku tidak melihat dia? Demikianlah firman TUHAN. Tidakkah Aku memenuhi langit dan bumi? Demikianlah firman TUHAN (Yeremia 23:23-24))

Ingat dalam hal, kejahatan, dosa, keinginan jahat atau keinginan lainnya, kita tidak bisa bermain “petak umpat dengan Tuhan”, sebab Tuhan maha hadir, mahatahu, maha melihat. Ketika kita tergoda ingin melakukan apa yang bertentangan dengan kehendak Tuhan, ingatlah bahwa Tuhan sedang mengawasi kita, “mata Tuhan menjelajah seluruh bumi” (2 Taw. 16:9). Allah tidak hanya Allah dari dekat, Allah dari jauh, Allah yang memenuhi langit dan bumi, tetapi Dia juga Allah yang diam dalam diri kita (Roma 8:9, 11; 1 Kor.3:16; 1 Yoh. 4:4). Mari kita taat dengan suara Tuhan yang berbicara dari dalam diri kita. Mari kita membangun satu persekutuan yang intim dengan Tuhan setiap saat, agar kita semakin peka suara Tuhan dan dapat mengetahui mana yang harus kita lakukan dan mana yang tidak harus kita lakukan. ~Soli Deo Gloria ~

“Kita boleh kehilangan kenikmatan yang diberikan oleh dosa, tetapi kita jangan mau kehilangan damai sejahtera hasil dari ketaatan melakukan kehendak Tuhan”