Bawalah Anak-anakmu Kepada Tuhan

22
Jul

“Bawalah Anak-anakmu Kepada Tuhan”
Markus 10:13-16

Sebagai orangtua Kristen, kita tentu mendambakan anak-anak kita bertumbuh dalam perkembangan rohani yang baik. Memiliki nilai-nilai Kristiani yang benar dan hidup mengasihi serta menghormati Allah. Untuk tiba di tujuan tersebut, orangtua perlu melihat apakah sudah secara maksimal mendekatkan anak-anaknya kepada Penciptanya. Dengan iman yang benar kita memahami jika anak bukan hanya milik orangtua, tetapi milik Tuhan, Sang Pemberi anak itu. Sehingga menjadi tanggung jawab orangtua untuk menciptakan suasana kondusif bagi pertumbuhan rohani anak, memperkenalkan kepada mereka siapa Allah yang menciptakan mereka dan membawa mereka mendekat serta mengasihi Allah.

Perikop kita hari ini memperlihatkan hadirnya tanggung-jawab dari para orangtua terhadap kebutuhan rohani anak-anak mereka. Tindakan ini menggambarkan bahwa para orangtua memiliki kesadaran akan tanggung jawab terhadap pertumbuhan iman anak-anaknya. Anak-anak ini dibawa untuk mengenal Yesus.

Apa yang dilakukan oleh para orangtua ini adalah suatu tindakan berani, sebab anak-anak pada masa itu bukan merupakan kelompok orang yang patut dihargai secara utuh. Keberanian orangtua datang membawa anak-anak kepada Yesus tentu didasari oleh keyakinan dan pengalaman yang mereka saksikan bahwa Yesus menghargai, mengasihi dan memedulikan semua orang, siapapun mereka, termasuk anak-anak.

Dalam rangka memaknai Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, kita kembali diingatkan Tuhan akan peran dan tanggung-jawab kita sebagai orang tua yang benar bagi anak-anak kita, baik itu anak-anak darah daging kita maupun anak-anak rohani kita. Orangtua Kristen kembali diingatkan untuk setia dan tekun membawa anak-anaknya datang kepada Tuhan. Bahkan kita perlu senantiasa memperkenalkan Kristus kepada anak-anak melalui perilaku, pengajaran, perbuatan, cara hidup dan kasih kita kepada mereka. Juga mari berhati-hati, jangan sampai kita menjadi penghalang bagi anak-anak kita untuk datang kepada Tuhan.

0rangtua-orangtua Kristen, sudahkah kita melakukannya bagi anak-anak kita? Jika iya, mari teruskan kesetiaan itu bagi anak-anak kita. Namun, jika kita belum melakukannya atau kurang setia dalam melakukannya, biarlah firman-nya kembali mengoreksi dan mengajarkan serta memampukan kita melakukannya, amin.

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka!” – Yesus Kristus.