Tunaikan Tanggungjawab Kita

06
Dec

Tunaikan Tanggungjawab Kita

“Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu”
(Galatia 6:6)

Bila kita bicara soal hak dan tanggungjawab, maka kita menemukan ada orang lebih suka menuntut hak dari pada melaksanakan tanggungjawabnya. Orang yang seperti ini bisa dipastikan orang malas dan mau cari enaknya. Seharusnya, tunjukkan dulu tanggungjawab, maka hak semakin terasa nikmat.

Galatia 6:6, Paulus membicarakan ada sebagian orang yang diajar, dan sebagian orang ada yang ditunjuk untuk mengajar. Tugas mengajar (mengajar firman) adalah suatu ketetapan Allah yang tidak terbuka bagi semua orang, tetapi terbatas pada mereka yang oleh Allah dibuat memenuhi syarat dan dipanggil untuk itu. Hal ini mengingatkan kepada semua pengajar yang ditunjuk Allah, mereka harus mengajar dan mendidik orang lain menggunakan Firman Allah. Apa yang harus mereka beritakan adalah firman (2 Tim. 4:2). Apa yang harus pengajar firman nyatakan adalah maksud Allah dan bukan maksudnya sendiri (Kis. 20:27) Jadi, setiap pengajar harus belajar firman, menghidupi firman dan baru mengajarkan firman itu. Perhatikan nasehat Paulus dalam 1 Tim. 4:13 “Sementara itu, sampai aku datang bertekunlah dalam membaca Kitab-kitab Suci, dalam membangun dan mengajar.”

Disisi lain, orang-orang yang diajar firman  wajib menyokong hidup para pengajar yang mengajari mereka firman untuk menyokong hidup rohaninya. Mereka harus menyumbangkan dengan hati bebas dan riang untuk keperluan hidup yang memadai. Dengan sokongan dari para penerima firman, maka para pengajar firman bisa lebih tenang dan bisa lebih fokus hanya untuk mengajar dan memberitakan firman. Para pengajar firman diminta untuk tidak memusingkan diri dengan soal-soal penghidupan mereka (2 Tim. 2:4), dan  wajarlah pengajar firman yang telah menabur benih rohani bagi orang lain, menuai hasil duniawi dari orang lain (1 Kor. 9: 11, 13-14). Jadi, para penerima firman punya tanggungjawab memberi makan jasmani para pengajar firman. Demikian pula para pengajar firman punya tanggungjawab memberi makan rohani para penerima firman.

Sebagai warga gereja saat ini, nasehat Paulus ini juga menjadi berita penting buat kita taati. Sebagai hamba Tuhan (pengajar firman), marilah kita dengan tekun belajar firman Tuhan. Gali sedalam mungkin setiap firman yang akan kita beritakan. Kembangkan seluas mungkin agar bisa membangun para pendengar. Dan yang tak kalah pentingnya, hidupi terlebih dahulu firman yang kita gumulkan sebelum menyuruh para pendengar menghidupinya. Para hamba Tuhan punya tanggungjawab menyiapkan makanan rohani yang terbaik buat jemaat, sehingga jemaat dapat kuat dan sehat secara rohani. Jemaat hidup tegar, segar dan berkemenangan dalam menjalani hari-hari kehidupan mereka yang penuh tantangan.

Sebagai jemaat (penerima firman), kita punya tanggungjawab untuk memperhatikan kehidupan jasmaniah para hamba Tuhan (pengajar firman). Jemaat dipanggil menyokong kebutuhan jasmaniah, sehingga para hamba Tuhan bisa lebih fokus dalam mempersiapkan firman. Dengan demikian, para hamba Tuhan dapat menyediakan dan memberi makan makanan rohani yang baik dan berkualitas bagi jemaat. Bila tanggungjawab masing-masing dilakukan dengan senang dan tulus hati, maka berkat Tuhan akan datang menghampiri jemaat juga Hamba Tuhan. Soli Deo Gloria

“Bila kita saling menunaikan tanggungjawab hidup kita dengan baik, maka Tuhan juga tidak lalai menunai tanggungjawab-Nya memelihara hidup kita”