LEKAS MARAH = ORANG BODOH

16
Jul

LEKAS MARAH = ORANG BODOH

Ev. Lydia H.M

Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh. (Pkh. 7:9)

Marah. Siapakah yang tidak pernah marah?. Tuhan menciptakan kita dengan emosi. Manusia normal, bisa marah. Sebaliknya jika seseorang tidak pernah marah, bisa jadi ada yang salah dengan dirinya.

Mengapa kita marah?. Ada banyak hal yang dapat memancing emosi kita untuk marah bukan?. Marah, karena: perbuatan orang yang sembrono sehingga merugikan diri kita bahkan melukai orang yang kita kasihi, perkataan orang yang tidak benar tentang kita, perlakuan yang tidak adil, melihat pekerjaan yang tidak beres, masalah keuangan dalam keluarga, doa yang tidak dijawab, dll.

FT hari ini mengingatkan kita: Janganlah lekas-lekas marah dalam hati.

Mengapa jangan lekas marah? Karena orang yang lekas marah, hanya menunjukkan kebodohannya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat menemukan karena emosi, akibatnya mendatangkan hal yang lebih buruk, mendatangkan malu pada diri sendiri bahkan mendatangkan penyesalan yang terlambat. Itu sebabnya FT berkata: Lekas marah, adalah Tindakan orang bodoh. Amsal 14:17: “Siapa lekas naik darah berlaku bodoh,…” Amsal 14:29: “…, siapa cepat marah membesarkan kebodohan.

Kalau demikian, bagaimana seharusnya?. Ams. 14:17b : “…, orang yang bijaksana, bersabar”. Kemarahan lawannya adalah Kesabaran. Bagaimana dapat Sabar?. Harus memiliki:
Pengertian yang besar. Amsal 14:29a: “Orang yang sabar besar pengertiannya,…” Belajar untuk mengerti, memahami keadaan seseorang, membantu kita untuk tidak lekas marah.
Penguasaan diri. Amsal 16:23: “Orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.” Salah satu buah dari Roh Kudus adalah Penguasaan diri.
Percaya kepada janji Tuhan. Dia menyertai dan memelihara kita anak-anak-Nya.
Belajar dari Teladan Kristus. Kristus yang Panjang sabar, rendah hati, penuh kasih. Seorang bapak berkata: kalau dia ketemu saya 20 tahun yang lalu, sebelum saya percaya Tuhan, sudah ku habisin dia. Apa maksudnya?. Sebelum mengenal Kristus, dia seorang yang mudah marah, tetapi setelah mengenal Kristus, ada perubahan dalam dirinya, menjadi lebih sabar.

Yak. 1:19: Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah. Apakah hari ini saudara sedang marah? Apakah sudah tepat? Dengan cara yang tepat?.

“Ada banyak hal yang dapat memancing emosi kita, tetapi Pilihan ada pada kita, mau menjadi orang bodoh yang mudah marah ataukah menjadi orang Bijaksana yang Sabar, sehingga kita menjalani hidup dengan penuh Damai sejahtera dan Berkat Tuhan”. Tuhan Yesus menolong kita. Amin.