Percaya Saja, Tentu Kita Menang!

26
Apr

Ev. Ronny Budiman

Percaya Saja, Tentu Kita Menang! (1 Tawarikh 5:20)

Salah satu lagu Sekolah Minggu yang sering kita nyanyikan, memiliki lirik demikian:
Percaya saja,percaya saja
Percaya yang b’ri kita menang
Percaya saja di dalam darah-Nya
Percaya tentu kita menang
Oh, tentu kita hafal & jago menyanyikan lagu ini bukan? Lagu tersebut mengingatkan bahwa kita memiliki jaminan kemenangan di dalam Yesus. Dan syaratnya, tinggal ‘percaya saja’ maka ‘tentu kita menang.’

Tentu, itu bukan berarti kita tinggal melipat tangan & duduk santai, sambil menanti uluran pertolongan tangan TUHAN. Tentu, tetap ada bagian yang harus manusia kerjakan, dan di saat yang sama, kita berharap akan akan pertolongan-Nya.
Timothy Keller pernah berkata, “Bekerja itu merupakan kehormatan, karena kita melakukannya di tempat Allah, dimana kita ini sebagai wakil-Nya”

Tapi pertanyaannya, di dalam segala usaha yang kita kerjakan: “Benarkah kita sudah berharap & percaya sungguh kepada-Nya?”
Ketika kita dengan lantang mengucapkan lirik lagu ‘Percaya Saja’ tadi, apakah itu adalah ‘seruan kepercayaan’ yang keluar dari hati? Atau, hanya sebatas ‘lip service’ yang manis terucap dari bibir saja?

Saudaraku, 1 Tawarikh 5:20 menuliskan satu frasa yang menarik di sana:
“Maka Ia mengabulkan permintaan mereka, sebab mereka percaya kepada-Nya.”
Ada satu pimpinan TUHAN yang memberikan kemenangan kepada suku-suku yang di seberang sungai Yordan (bani Ruben, Gad, dan setengah Manasye) waktu itu. Dengan pertolongan tangan TUHAN, mereka sanggup menaklukkan orang Hagri, yang tinggal di sebelah timur Gilead. Padahal, orang Hagri ini bukan orang sembarang, karena mereka adalah gabungan dari suku-suku yang kaya. Tapi, sekali lagi: jika TUHAN di pihak kita, siapa lawan kita?

Tidak berhenti di sana, kita juga bisa menemukan di dalam Alkitab, dimana terdapat kisah-kisah serupa: bahwa TUHAN memberikan kemenangan pada umat-Nya, ketika umat-Nya itu mencari Dia & percaya akan pertolongan-Nya.

Mazmur 26:1 mencatat bagaimana Daud memohon keadilan kepada TUHAN. Frasa yang dipakai di sana, sama: “kepada TUHAN aku percaya dengan tidak ragu-ragu.”

Daniel 6:23b juga mencatat kisah salah satu tokoh iman lainnya. Bagaimana Daniel ditarik dari dalam gua singa. Dan dikatakan di sana: tidak terdapat luka apa-apa pada Daniel. Karena apa? Lagi-lagi, frasa yang sama muncul, karena “ia percaya kepada Allahnya.”

Saudaraku, bagaimana dengan hidup kita? Adakah kita memiliki kepercayaan yang sama kepada TUHAN? Oh, TUHAN kita adalah TUHAN yang Mahakuasa! Itu pasti! Tidak perlu kuatir akan pertolongan TUHAN, untuk menarik kita keluar dari masalah! Tidak hanya berkuasa, TUHAN kita juga adalah TUHAN yang kreatif! Tuhan punya 1001 cara untuk membantu setiap kita yang terhimpit, yang sedang mencari jalan keluar.

Tapi sekali lagi, pertanyaannya adalah:
“Apakah dalam setiap pergumulan hidup kita;kita percaya,bahwa TUHAN benar akan menolong kita?”
Saat ini, TUHAN rindu mengingatkan kita untuk terus berharap & percaya kepada-Nya. Tidak akan pernah sia-sia orang yang menaruh harap kepada-Nya.
Kiranya, perjalanan iman kita boleh seperti lirik lagu yang kita nyanyikan di awal tadi:
Percaya Saja, Tentu Kita Menang!
Tuhan Yesus menyertai langkah-langkah kita senantiasa. Amen!